KONVENSI DEMOKRAT

Harus Diungkap, Jangan Sampai Pengusaha Hitam Boncengi Prof. Ahmad Mubarok

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 31 Juli 2013, 08:20 WIB
Harus Diungkap, Jangan Sampai Pengusaha Hitam Boncengi Prof. Ahmad Mubarok
ahmad mubarok/NET
rmol news logo Panitia konvensi capres Partai Demokrat disarankan untuk membuka sumber pendanaan semua peserta. Hal ini untuk menjunjung asas transparansi.

"Kalau menurut saya, panitia konvensi itu seharusnya terbuka menjelaskan darimana sumber dana calon. Harus dijelaskan ke publik," ungkap Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran  Uchok Sky Khadafi kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 31/7).

"Kalau tidak transparan, nanti akan merusak hasil konvensi tersebut. Apalagi kalau konglomerat yang tidak jelas iku mendanai calon. Jangan-jangan nanti pengusaha hitam. Nggak ada makan siang gratis. Semua ada kepentingan," sambung Uchok.

Karena itu menurut Uchok menambahkan, tidak hanya kepada Prof. Ahmad Mubarok saja, semua calon dan termasuk dana pelaksanaan konvensi itu darimana harus diungkap ke publik. Bahkan menurutnya, sebaiknya panitia konvensi melibatkan KPK dan PPATK memantau pelaksanaan konvensi tersebut.

"Jadi dibutuhkan kebersihan dan kejujuran dari para calon," tandasnya.

Sebelumnya, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Prof. Achmad Mubarok menyatakan kesiapannya meramaikan bursa konvensi  setelah sejumlah konglomerat menyatakan kesanggupan membantu dirinya untuk membiayai sosialisasi di konvensi Partai Demokrat. "Tiga orang konglomerat membantu biaya finansial. Itu tawaran yang baik, tapi mereka masih rahasia," tegasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA