Imbauan ini disampaikan oleh Direktur Kemenlu Timur Tengah, Febrian A Ruddyard. Ditemui usai menghadiri acara "Perayaan Keempat Belas Tahun Pengukuhan Raja Muhammad VI sebagai Raja Maroko" di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (30/7), Febrian mengatakan bahwa pihaknya telah mengimbau kepada WNI yang berada di Mesir untuk menghindari titik-titik konflik saat tensi meningkat.
Imbauan disampaikan melalui sosial media (sosme) seperti Facebook dan Twitter. Hal ini telah dilakukan sejak jauh hari saat kudeta terhadap presiden terguling Muhammad Morsy terjadi. Sementara proses evakuasi baru akan dilakukan jika perwakilan di Mesir telah memberi tanda-tanda tensi konflik meningkat. Biasanya, tanda tensi akan meningkat adalah banyaknya jaringan komunikasi yang terhambat.
"Tapi di luar itu normal. KBRI dekat dengan hotspot (tempat konflik) tapi tidak terganggu," tambahnya.
Sedang untuk WNI yang akan menuju ke Mesir, Febrian meminta agar menunda perjalanannya jika tidak terlalu penting.
"Kami tidak melarang, cuma meminta agar jika tidak perlu kesana ya jangan kesana," ujarnya.
Jika memang terpaksa harus ke Mesir maka hal yang dilakukan adalah menghindari tempat-tempat konflik dan terus menjalin komunikasi dengan KBRI.
"Jika terpaksa datang hindari hostpot dan keep contact dengan KBRI," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: