Selain untuk menyerahkan sertifikat kehormatan itu, kunjungan Teguh ke Pyongyang juga dalam rangka menghadiri peringatan 60 tahun kemenangan Korea Utara dalam Perang Korea (1950-1953).
"Ibu Rachma menilai Kim Jong Un dan pemimpin Korut lainnya memiliki komitmen yang kuat dalam menjaga perdamaian di Semenanjung Korea. Adapun ketegangan yang kembali terjadi belakangan ini akibat gangguan dalam proses komunikasi pemimpin kedua negara," ujar Teguh kepada redaksi siang ini (Senin, 29/7).
Â
Saat dihubungi, dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Islam Negeri Jakarta itu baru tiba di Beijing dari kunjungan sepekan di Pyongyang.
"Ibu Rachma juga menyampaikan pesan agar persoalan dan ketegangan di Semenanjung Korea diselesaikan oleh kedua Korea. Adapun pihak-pihak lain agar dapat menahan diri dan tidak ikut memprovokasi," sambung Ketua bidang Luar Negeri PP Pemuda Muhammadiyah ini.
Ketika menerima sertifikat kehormatan itu, Kim Jong Suk yang juga masih kerabat Kim Jong Un mengatakan akan menyampaikan sertifikat itu langsung kepada Kim Jong Un yang berkuasa sejak Desember 2011.
Dalam peringatan 60 tahun akhir Perang Korea, ribuan delegasi internasional menghadiri long march damai dari Pyongyang ke Kaesong. Juga mengunjungi garis demiliterisasi kedua Korea di Panmunjom.
[ysa]
BERITA TERKAIT: