Atut Memang Jadikan Wagub Pajangan, Kenapa Rano Karno Tak Sadar Sejak Awal?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 23 Juli 2013, 16:59 WIB
Atut Memang Jadikan Wagub Pajangan, Kenapa Rano Karno Tak Sadar Sejak Awal?
ratu atut/net
rmol news logo Sikap Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang mendominasi jalannya pemerintahan provinsi sebenarnya bukan hal baru.

Pada periode pertama ketika berpasangan dengan Mohammad Masduki, Atut selalu menempatkan wakilnya sekadar pelengkap birokrasi, tanpa memiliki otoritas yang jelas selain agenda-agenda seremonial.

Sehingga wagub tidak memiliki otoritas cukup untuk mendorong kebijakan, mulai dari kebijakan pembangunan daerah sampai dengan kebijakan internal birokrasi. Hal ini jugalah yang dialami Rano Karno sehingga dikabarkan sempat ingin mengundurkan diri.

"Ia (Rano Karno) hanya dijadikan 'pajangan' sehingga wajar kemudian dia merasa tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak punya peran untuk mendorong pembangunan dan perbaikan di Banten," ujar ekonom dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Dahnil Anzar kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 23/7).

Sayangnya, Rano Karno, Ketua DPP PDI Perjuangan yang sebelumnya menjadi Wakil Bupati Tangerang ini, tidak belajar dari pengalaman Masduki sebelumnya. "Itu yang nggak dia pelajari kayaknya dan dia nggak tahu kasus Masduki," sambung Dahnil. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA