Gempa terletak di 26 kilometer barat daya Nabire atau 3.58 derajat LS, 135.40 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 26 kilometer. Lokasi gempa ini hampir sama dengan lokasi gempa sebelumnya yang berkekuatan 5,3 SR kemarin (20/7) pukul 23.48 WIB.
Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 21/7).
Sutopo melanjutkan bahwa posko BNPB telah melakukan konfirmasi ke BPBD dan kesatuan TNI di Nabire. Dilaporkan gempa dirasakan ringan selama kurang lebih 4 detik. Hingga saat ini belum ada informasi kerusakan bangunan dan korban.
"Aktivitas masyarakat tetap normal. BPBD juga tetap melakukan pemantauan," tambahnya.
Meningkatnya kejadian gempa di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir hendaknya disadari bahwa wilayah Indonesia memang rawan gempa. Gempa tidak dapat diprediksi karena sifat gempa
quick on set (terjadi mendadak) dan tanpa disertai tanda-tanda.
"Masyarakat selalu diimbau untuk waspada. Begitu merasakan guncangan gempa segera keluar rumah dan mencari tempat yang aman. Bukan gempanya tapi bangunannya yang menyebabkan timbul korban," imbaunya.
[ian]
BERITA TERKAIT: