"Peluang Boediono tidak ada sama sekali," kata gurubesar ilmu politik Universitas Indonesia (UI), Iberamsjah, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 9/7).
Menurut analisa Iberamsjah, ada beberapa penyebab mengapa Boediono akan kalah. Pertama, Boediono sama sekali tidak mengakar di Demokrat. Kedua, selama ini juga Boediono tidak memiliki prestasi yang bisa dibanggakan.
"Belum lagi banyak kasus yang melilit dia," ungkap Iberamsjah.
Boediono memang disebut-sebut dalam sejumlah kasus. Sebut saja misalnya dalam kasus Century. Boediono, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur BI, disebut-sebut orang yang ngotot dan mendorong penggelontoran dana talangan hingga senilai Rp 6,7 triliun.
Sebelumnya, Boediono juga disebut-sebut dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Sebagai Direktur Analisis Perkreditan BI, Boediono dinilai ikut bertanggung jawab atas kebijakan menyalurkan BLBI tahun 1997 yang hampir membuat negara collapse dan menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 700 triliun.
[ysa]
BERITA TERKAIT: