"Pasangan Awang-Mukmin sudah teruji," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia, DR Ade Komarudin. Karena itu, Ade pun menginstruksikan semua kader SOKSI bekerja keras memenangkan duet Awang-Mukmin untuk memimpin Kaltim ke depan.
Sebagaimana keterangan kepada redaksi, instruksi Ade ini disampaikan saat melantik Satgas Pemenangan ARB, Peresmian Sekretariat Depidar, serta Pembukaan Rakerda SOKSI Kaltim di Sekretariat Jalan Kardie Oening No.1 Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (8/7). Hadir dalam acara ini Ketua DPD Golkar HM Mukmin Faisyal, Ketua Depidar XIII SOKSI Kaltim Rita Widyasari, Sekretaris Dewan Pembina SOKSI Bobby Suhardiman, Ketua Depinas Rizal Djalil, Saud Tobing, Plt Sekjen Hakim Kamarudin, Rusmin Effendy, dan Budiyanto.
Menurut Ade Komarudin, pelantikan Satgas Pemenangan ARB ini sekaligus menjadi Satgas Pemenangan pasangan Awang-Mukmin karena keduanya adalah kader terbaik Golkar yang sudah teruji kredibilitas, elektabilitas dan kepemimpinannya di Kaltim. Dalam kesempatan ini, Ade juga menyampaikan bahwa SOKSI sangat berperan dalam pengesahan UU Ormas. SOKSI pun memperjuangkan agar ormas berasaskan Pancasila.
Soal bantuan asing kepada Ormas, Ade Komarudin menegaskan bahwa bantuan dana dari luar negeri jika tidak dibatasi, maka akan mengancam dan merongrong kedaulatan bangsa. Hasilnya adalah ormas yang mendapatkan bantuan dibawah Rp 500 juta tidak harus lapor ke pemerintah, sedangkan yang mendapatkan bantuan diatas Rp 500 juta harus lapor ke pemerintah.
"Perjuangan SOKSI untuk membatasi dana asing ke ormas merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas yang dimiliki SOKSI. Apapun bantuan yang diterima harus jelas dan transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi dan tidak ada yang main belakang," tegas dia.
Usai peresmian Sekretariat Depidar SOKSI Kaltim dilanjutkan penyerahan satu unit ambulance dari Depinas kepada Depidar serta Rakerda SOKSI. Sebelumnya, Ketua Depidar SOKSI Kaltim yang juga Bupati Kutai Kartanegara mendapatkan penghargaan dari pemerintah WTP (Wajar Tanpa Syarat) sebagai kabupaten yang telah menciptakan clean governance.
[ysa]
BERITA TERKAIT: