Pertama, kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa, terus memperluas dan mempercepat pembinaan kewirausahaan. Pendekatan ini dilakukan dengan memperbesar peran sektor bisnis dan dunia usaha, termasuk usaha menengah, koperasi, usaha kecil dan bahkan usaha mikro hingga usaha rumahan di berbagai ranah pembangunan ekonomi.
"Sejak tiga tahun terakhir, melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional atau GKN, Pemerintah telah memfasilitasi tahapan strategis pada pengembangan kewirausahaan. Melalui GKN, kita perluas kampanye terpadu untuk meningkatkan minat berwirausaha di kalangan masyarakat," kata Hatta saat menyampaikan orasi ilmiah dalam acara wisuda sarjana dan pasca sarjana di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta (Sabtu, 6/7).
Pemerintah juga, lanjut Hatta, terus memperbesar fasilitasi penyediaan permodalan sebagai komponen utama bagi warga bangsa yang ingin mengembangkan kegiatan ekonominya. Pada tahun 2013 ini misalnya, jumlah dana yang di gulirkan untuk kredit usaha rakyat telah ditingkatkan menjadi Rp 36 triliun, atau peningkatan signifikan dibandingkan dengan Rp 30 triliun di tahun 2012 lalu.
"Guna makin meringankan para penggunanya, kita turunkan suku bunga KUR mikro yaitu kredit di bawah plafon Rp 20 juta per debitor dari 22 persen menjadi 20 persen, dan suku bunga KUR ritel dengan plafon hingga Rp 500 juta per debitor dari 14 persen menjadi 12 persen," jelas Hatta.
Pendekatan kedua dalam membangun kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, lanjut Hatta, adalah memfasilitasi peningkatan kapasitas berinovasi di beragam kegiatan wirausaha serta menjadikan inovasi itu sebagai akses pengembangan kualitas wirausaha hingga bertaraf global.
Untuk mewujudkan upaya itu, pemerintah, antara lain, terus mendorong dan memfasilitasi gerakan koperasi, asosiasi profesi, lembaga keuangan dan permodalan, institusi perbankan serta para pemangku kepentingan pembangunan lainnya, agar dapat saling bersinergi, saling berkoordinasi dan saling bersinkronisasi dalam meningkatkan kualitas serta kapasitas wirausaha nasional, hingga mereka dapat tampil menjadi wirausaha yang tangguh dan berdaya saing tinggi ditopang penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pemerintah juga, lanjut Hatta, terus mendorong dan memfasilitasi para akademisi agar menjadikan kampus sebagai
center of excellence atau pusat keunggulan bagi lahirnya wirausaha-wirausaha muda yang handal dan berdaya saing. Beragam jenis pelatihan kewirausahaan ini digulirkan di berbagai perguruan tinggi. Pemerintah juga mendorong pengembangan technopreneur di lingkungan perguruan tinggi serta mendukung perluasan kerjasama yang makin sinergis, koordinatif dan integratif, antara perguruan tinggi dengan kalangan dunia usaha.
"Saya ingin menyampaikan bahwa agenda besar pembangunan ekonomi, yang kita tuangkan pada Peraturan Presiden nomor 32 tahun 2011 tentang Masterplan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia atau MP3EI, sesungguhnya, juga kita tujukan untuk mendukung peningkatan produktifitas dan daya saing wirausaha nasional, dalam ikut mengakselerasi kinerja pembangunan ekonomi," demikian Hatta.
[ysa]
BERITA TERKAIT: