Deklarasi Wiranto-Hary Tanoe Terlalu Prematur di Tengah Persaingan yang Kian Sengit

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 02 Juli 2013, 15:19 WIB
Deklarasi Wiranto-Hary Tanoe Terlalu Prematur di Tengah Persaingan yang Kian Sengit
wiranto-ht/ist
rmol news logo . Deklarasi Wiranto-Hary Tanoesudibjo sebagai pasangan capres dan cawapres yang sudah digelar siang ini (Selasa, 2/7) terlalu prematur di tengah peta persaingan antar-partai yang semakin sengit menjelang Pemilu 2014.

Demikian disampaikan pengajar komunikasi politik di Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 2/7).

"Saya menilai, pendeklarasian Wiranto-Hary Tanoesudibjo terlalu dipaksakan oleh Hanura. Tiga partai besar yang diprediksikan berbagai lembaga survei akan meraup suara tertinggi di Pemilu 2014 yakni PDIP, Golkar dan Gerindra saja belum berani mendeklarasikan sekaligus pasangan capres-cawapres," ungkap Ari.

Ari, yang juga pengajar Program Pascasarjana di Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Dr Soetomo Surabaya dan Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta ini malah menduga dan curiga ada transaksi politik di balik deklarasi ini. Apalagi Hary Tanoe merupakan seorang pengusaha yang biasa menghitung dengan logika untung-rugi.

"Mana ada pengusaha yang mau rugi ? Dengan cepat HT akan meminta kompensasi untuk mengganti cost yang banyak dikeluarkan untuk Hanura," tandas Ari Junaedi. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA