PILPRES 2014

Deklarasi Wiranto-Hary Tanoe Terlambat!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 02 Juli 2013, 10:15 WIB
Deklarasi Wiranto-Hary Tanoe Terlambat<i>!</i>
wiranto-ht/ist
rmol news logo . Mungkin saja ada sementara pihak yang menilai deklarasi pasangan capres dan cawapres dari Partai Hanura, Wiranto-Hary Tanoesudibjo, terlalu cepat dan terburu-buru.

Tapi tidak demikian bagi gurubesar dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf. Asep melihatnya dari proses kaderisasi partai dan konsolidasi demokrasi.

"Justru ini terlambat. Harusnya dari dulu. Begitu juga dengan capres lain," kata Asep kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 2/7).

Asep mengatakan bahwa Pilpres harus banyak melibatkan partisipasi publik. Pun demikian, akses publik untuk menilai pasangan capres dan cawapres pun harus dibuka lebar-lebar sehingga publik bisa menilainya.

Di saat yang sama, lanjut Asep, publik pun bisa menilai kapasitas dan kualitas sang capres. Sehingga proses suksesi kepemimpinan nasional tidak terkesan instan, karena calon yang diusung pun sudah terlebih dahulu digodok sebelum ikut dalam kompetisi.

Dari sisi partai politik, pengumuman capres sejak awal, lanjut Asep, juga menunjukkan proses kaderisasi di tingkat internal berjalan dengan baik.

"Ke depan mungkin harus cepat diumukan siapa saja capres yang maju. Misal, untuk pemilu 2019, sudah diumumkan capresanya sejak 2016," demikian Asep. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA