Demikian disampaikan loyalis Anas Urbaningrum yang juga bekas Sekretaris DPP Partai Demokrat Bidang Agama Mamun Murod Al Barbasy kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 27/6).
"Wadah baru sebagai bentuk kegelisahan temen-teman yang awalnya di Demokrat lalu dengan ditetapkannya AU sebagai tersangka merasa tidak nyaman lagi di Demokrat. Terlebih stelah obral pemecatan dari kepengurusan Demokrat dan juga pencoretan dari pencalegan atas orang-orang dekat AU," ungkapnya.
Karena itu semakin mengkristalkan gagasan untuk mendirikan wadah sendiri. Apalagi dukungan dari teman-teman dekat mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu juga semakin menambah semangat untuk melahirkan wadah baru.
Keinginan ini akhirnya dibicarakan saat KLB kubu Anas yang berbarengan dengan pelaksanaan KLB Partai Demokrat di Bali akhir Maret lalu.
"Waktu itu yang hadir di pertemuan santai di kediaman Gede Pasek. Selain AU dan Gede Pasek, juga ada saya, Andy Subyakto, Khaoiruddin Bustam, Nuril Anwar, Bung Tommo, Rahmad dan banyak lagi, termasuk beberapa perwakilan dari DPD dan DPC yang pro AU. Mereka begitu antusias mendukung lahirnya wadah baru," demikian Murod.
[zul]
BERITA TERKAIT: