SUAP IMPOR SAPI

PKS Minta KPK Dalami Kesaksian Juard Effendi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 20 Juni 2013, 06:51 WIB
PKS Minta KPK Dalami Kesaksian Juard Effendi
aboe bakar/ist
rmol news logo . Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta mendalami kesaksian terdakwa suap impor sapi, Juard Effendi, dalam persidangan Rabu kemarin (19/6) yang menyebutkan nama Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Permintaan tersebut disampaikan anggota Komisi III dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsy, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 20/6).

"Apakah Elda Devianne Adiningrat hanya mencatut nama Pak Hatta untuk meyakinkan Maria Elizabeth atau bagaimana. Sebagai seorang pengusaha senior Maria tentunya tidak sembarangan mempercayai Elda ketika mencatut nama seorang Menko, karena menurut rumor yang berkembang mereka memang ada kedekatan, oleh karenanya keterangan tersebut layak untuk didalami," kata Aboebakar.

Di sisi lain, Aboe Bakar mencium ada yang aneh dari kasus ini. Sebab nama Elda Devianne Adiningrat kerap disebut dari berbagai keterangan saksi. Pada keterangan tersebut Elda terlihat sangat aktif untuk melakukan loby ke berbagai pihak untuk kuota impor daging sapi, dan ada yang menyebut terdapat 27 rekaman pembicaraan Elda ke Ahmad Fathonah.

"Namun sampai saat KPK belum menetapkannya sebagai tersangka, padahal sudah bolak balik diperiksa. saya rasa KPK perlu memperjelas kasus ini, supaya semuanya clear tidak ada yang tertinggal atau memang sengaja ditinggal," demikian Aboe Bakar.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor kemarin, Juard Effendi mengaku pernah ditipu oleh Elda Devianne Adiningrat terkait penambahan kuota impor sapi. Menurutnya, Elda menjual nama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa kepada PT Indoguna Utama agar mau mengajukan penambahan kuota impor daging sapi ke Kementerian Pertanian. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA