"Saya pikir wacana (PKS keluar dari koalisi) ini dilontarkan karena dalam waktu dekat pemerintah dan kelompok koalisi ingin menggulirkan kebijakan yang tidak populis, yaitu menaikkan harga BBM," ungkap pengamat politik Rico Marbun kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 24/5).
Karena itulah, sambung Rico, yang membuat kemungkinan Fahri Hamzah tidak ingin ada imbas negatif kebijakan menaikkan harga BBM mempengaruhi tingkat pilihan publik atas PKS. Apalagi ditambah dengan derasnya arus pemberitaan seputar dugaan suap akhir-akhir ini.
"Jika statement untuk keluar dari koalisi dan menentang kebijakan SBY untuk menaikkan BBM adalah langkah 'genuine' untuk menunjukkan keberpihakan pada rakyat. Bisa saja ada insentif elektoral bagi PKS," tandasnya.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: