PKS Untung Kalau Tinggalkan SBY

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 24 Mei 2013, 08:46 WIB
PKS Untung Kalau Tinggalkan SBY
rmol news logo Kegerahan beberapa elit Partai Keadilan Sejahtera (PKS) atas rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat ini dimaklumi. Karena kebijakan tersebut sangat tidak populis.

"Saya pikir wacana (PKS keluar dari koalisi) ini dilontarkan karena dalam waktu dekat pemerintah dan kelompok koalisi ingin menggulirkan kebijakan yang tidak populis, yaitu menaikkan harga BBM," ungkap pengamat politik Rico Marbun kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 24/5).

Karena itulah, sambung Rico, yang membuat kemungkinan Fahri Hamzah tidak ingin ada imbas negatif kebijakan menaikkan harga BBM mempengaruhi tingkat pilihan publik atas PKS. Apalagi ditambah dengan derasnya arus pemberitaan seputar dugaan suap akhir-akhir ini.

"Jika statement untuk keluar dari koalisi dan menentang kebijakan SBY untuk menaikkan BBM adalah langkah 'genuine' untuk menunjukkan keberpihakan pada rakyat. Bisa saja ada insentif elektoral bagi PKS," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA