HARGA BAWANG NAIK

Kebijakan Proteksi Gagal Dorong Revitalisasi Pertanian

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 14 Maret 2013, 07:12 WIB
Kebijakan Proteksi Gagal Dorong Revitalisasi Pertanian
ilustrasi
rmol news logo Gejolak harga bawang yang terjadi belakangan ini merupakan efek dari kebijakan proteksi pembatasan impor holtikultura yang dibuat pemerintah melalui kebijakan dua menteri. Yaitu Menteri pertanian dan menteri perdagangan.

Demikian disampaikan Dahnil Anzar Simanjuntak, Ekonom dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Kamis, 14/3).

Kebijakan tersebut baik untuk membatasi serbuan impor komoditi holtikutura dari luar negeri. Tetapi gejolak harga bawang ini, menurutnya juga beresiko akan diikuti dengan gejolak harga komoditi lainnya.

"Karena permasalahan supply dalam negeri yang terbatas dan membuktikan seiring dengan kebijakan proteksi tersebut pemerintah gagal mendorong revitalisasi pertanian pangan di Indonesia," jelasnya.

Akibatnya, lagi-lagi kebijakan yang baik tersebut bagi perkembangan ekonomi domestik justru mengalami distorsi. Sehingga mau tidak mau pemerintah harus kembali meninjau ulang kemungkinan impor dari untuk mengendalikan inflasi.

"Karena gejolak harga bawang ini bisa diikuti juga dengan gejolak harga komoditi hortikultura lainnya yang memang faktanya pertanian kita tidak siap mengantisipasi supply-nya ditambah lagi dengan permasalahan distribusi dan lainnya," demikian Dahnil. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA