Sebelumnya IMI juga telah membuat film semi scientific Jurnal dari Pulau Terluar episode Pulau Marore yang telah di-
launching oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada 6 Oktober 2012 lalu. Dan riset kali ini bertujuan untuk mengkaji dan mendokumentasikan kondisi eksisting pulau kecil terluar.
"
Output yang akan dihasilkan berupa laporan dan film semi scientific Jurnal dari Pulau Terluar yang merupakan lanjutan dari rangkaian kegiatan IMI Goes to Small Island. Hasil ini diharapkan bisa jadi rekomendasi kepada pemerintah dan pihak terkait untuk melakukan pengelolaan pulau terluar menjadi beranda depan NKRI," kata Direktur Eksekutif IMI, DR Y Paonganan, beberapa saat lalu (Selasa, 26/2).
Selain itu, IMI juga berharap agar film tersebut nantinya bisa menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa ada pulau kecil terdepan yang memiliki peran strategis dalam wilayah NKRI. Sebagai catatan, jumlah pulau terdepan Indonesia sebanyak 92 pulau, 32 pulau diantaranya berpenduduk.
"Tentu perlu perhatian serius dari pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.
Kali ini IMI, lanjut Paonganan, akan melakukan kegiatan ini di 10 pulau terluar yang berpenduduk yaitu Pulau Nusakambangan (Cilacap), Pulau Pelampong, Pulau Nipa (Kepri) dan Subi Kecil di perairan Natuna. Selanjutnya Pulau Sebatik dan Pulau Maratua di perbatasan Indonesia Malaysia, Pulau Miangas, Pulau Kawio dan Pulau Makalehi di Sulawesi Utara serta Pulau Alor di NTT. Program ini merupakan kerjasama IMI dengan Ditjen KP3K-KKP dan didukung juga oleh TNI AL dan LEN.
"Saat ini tim IMI dan KP3K-KKP sedang berada di Pulau Nusakambangan sebagai titik awal dari kegiatan ini," tandasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: