"Setelah mundur ada komunikasi dengan teman-teman Perindo. Artinya kami memiliki kesamaan pandangan dan ide untuk membangun bangsa ini, terutama dalam hal penegakan hukum," ujar mantan Ketua Umum DPP BAHU Partai Nasdem, Effendi Syahputra (Senin, 25/2).
"Perindo melihat gerbong kami (eks BAHU) ini potensial dan punya kemampuan untuk menjalankan program-program kemasyarakatan dalam kaitannya dengan advokasi masyarakat maupun pembaruan hukum ke depan. Kecocokan ini membuat kami bersepakat untuk membuat organisasi sayap ini," sambungnya.
Effendi juga menambahkan, program-program yang dijalankan nanti tidak jauh berbeda apa yang mereka lakukan saat masih aktif di BAHU Nasdem. Namun, yang menjadi berbeda, masuknya nama-nama besar Prof. Yusril Ihza Mahendra dan Prof Romli Atmasasmita, tentu akan membuat organisasi sayap bidang pelayanan hukum masyarakat ini lebih kuat.
"Pak Yusril itu pakar HTN (Hukum Tata Negara). Pak Romli pakar pidana. Ini modal penting buat kami. Karena mereka bersedia menjadi pembina kami dalam menjalankan aksi-aksi advokasi masyarakat ini. Pak HT juga sangat mendukung dan beliau meminta konsen di masalah TKI dan kampanye pencegahan korupsi," ungkapnya.
Effendi juga mengklaim beberapa aktivis LBH siap bergabung dengan BARA Perindo yang menurut rencana akan di deklarasikan bulan Maret nanti.
"Saya sudah bangun komunikasi dengan beberapa aktivis dan praktisi hukum di LBH-LBH. Mereka siap bergabung dan menambah kekuatan kita terutama untuk BARA di wilayah-wilayah," tutup pengacara muda Alumnus Universitas Sumatera Utara ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: