
Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai angkat suara atas kritik sejumlah orang termasuk dari Sofiariyani, istri prajurit TNI di Wamena, Papua atas pernyataannya kemarin terkait penembakan anggota TNI, yang dimuat sebuah media.
Dia menjelaskan, pernyataannya soal ketidaksiagaan TNI yang menjadi salah satu penyebab insiden penembakan aparat oleh kelompok yang diduga Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) adalah kritik yang ditujukan kepada Presiden SBY. Tapi sayang, media tak memuat utuh apa yang ia sampaikan.
"Itu saya kritik presiden. Itu kelalaian Presiden karena kirim banyak prajurit tapi tanpa audit manajemen keamanan," ungkapnya (Sabtu, 23/2).
Karena itu, Komnas HAM meminta Negara menanggung kesehjateraan maupun pendidikan keluarga korban. Karena mereka mati akibat kelalaian Presiden sebagai panglima tertinggi.
"Sudah saatnya kita kritik pemerintah, Presiden bahwa penempatan prajurit tanpa mekanisme manajemen keamanan yang baik itu dampaknya banyak prajurit yang korban. Presiden seharusnya mengedepankan dialog sebagai solusi damai di Papua, bukan dengan menempatkan pasukan kita sampai mencapai 14 ribu sampai 16 ribu," tegasnya.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: