Demokrat ingin penataan ulang ini tak membuat kebisingan politik.
"Minggu kita ngumpul semua di Jakarta. Itu kan tahapan namanya. Intinya adalah reposisi, reorganisasi ini seperti menarik rambut dalam tepung tapi tepungnya tidak berserakan. Artinya, menyelesaikan masalah tapi tidak membuat gejolak. Itulah yang sering saya katakan
soft landing," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatogana kepada
Rakyat Merdeka Online (Kamis, 14/2).
Sutan menjelaskan, acara Minggu tersebut adalah konsolidasi Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, SBY mengambil alih wewenang dan tugas Ketua Umum yang dijabat Anas Urbaningrum.
"Itu bagian dari penataan ulang dari Ketua Majelis Tinggi. Jadi (SBY akan) menyampaikan hal-hal apa yang mau ditata itu supaya
grassroot tidak galau, ikut bersama-sama memperbaiki diri. Sekaligus menyampaikan bahwa harus menandatangani paka integritas. Jadi Pak SBY yang langsung menyampaikan itu supaya tidak dibenturkan orang di bawah," ungkapnya.
Makanya inisiatif melakukan penataan tersebut datang dari SBY, yang juga Presiden RI tersebut.
"Iya, kan yang mengambil alih semua wewenang Pak SBY, sebagai Ketua Majelis Tinggi. Toh Anas ada di dalam sebagai wakil Ketua Majelis Tinggi. Pasti Pak Anas juga ada. Ini dalam rangka pembenahan. Kalau sudah kembali normal, rating mulai naik ke atas, bisa dikembalikan ke Pak Anas kalau tidak ada masalah," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: