Penataan ini adalah bagian dari pembenahan partai.
"Yang dikatakan reposisi dan rotasi itu adalah bagian dari pembenahan, penataan ulang organisasi. Penataan ulang itu khususnya di fraksi dan DPP," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatogana kepada
Rakyat Merdeka Online (Kamis, 14/2).
Tapi dia memastikan, reposisi itu tidak menyangkut kursi ketua umum. Demokrat tetap mengakui Anas sebagai orang nomor satu di DPP. Apalagi, yang bisa menggeser Anas hanya lewat Kongres Luar Biasa. "Tapi sementara Ketua Majelis Tinggi, Pak SBY yang memegang kendali," jelas Sutan.
Karena tak menyentuh posisi ketum yang akan ditata ulang, Sutan menepis semua pernyataan akan adanya pergantian ketua umum. Apalagi sudah disebut-sebut beberapa nama yang akan menggantikan mantan Ketua Umum PB HMI itu.
"Kita belum sampai ke hal-hal yang menyangkut ketua umum. Ketua Umum kita itu masih Anas. Ada pun yang disebut nama-nama itu, kita tepis dulu lah. Kita nggak sampai kesitu," demikian Sutan, yang juga Ketua Komisi VII DPR ini.
SBY Jumat lalu di Cikeas mengataka, akan melakukan reposisi terhadap personil partai untuk mencegah terjadinya penyimpangan baru. ""Acuan dari pergantian adalah kapasitas, the right person in the right place," jelasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: