Hal tersebut disampaikan Amir dalam acara Indonesia Lawyers Club
TvOne dengan tema SBY Galau, Anas Dikudeta? tadi malam (Selasa, 12/2).
"Yang galau itu sebetulnya adalah (mereka) yang menginginkan drama Partai Demokrat berjalan terus dan dia membayangkan Demokrat seakan-akan disuruh menyanyikan mars di atas kapal yang miring dan mau tenggelam, tidak usah ada yang menyelamatkan," kata Amir.
Karena itu, Menteri Hukum dan HAM ini menilai, pernyataan simpati yang disampaikan oleh beberapa pengamat atas kisruh yang terjadi di partainya, sebenarnya mempunyai motif terselubung. "Itu sebenarnya simpati yang terselubung tapi dia tetap galau karena Demokrat menemukan jalan keluar," jelasnya.
Jalan keluar yang ia maksud adalah adanya 8 solusi penyelamatan partai dan 10 poin Pakta Integritas yang disampaikan Majelis Tinggi. Dan itu disetujui DPD Partai Demokrat se-Indonesia.
"Tanggapan dari SBY yang kemarin sudah menjadi kenyataan, bulat tidak ada satupun terpecah dan ini masih berjalan. Tetapi, hentikanlah galau wahai mereka-mereka yang masih mengharapkan drama ini berjalan. Insya Allah tanggal 17 Februari akan dibuktikan bahwa seorang SBY masih menjadi harapan satu-satunya dari Demokrat untuk kami keluar dari permasalahan ini," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: