"Ini menarik, buah itu diproduksi di Brebes (Jawa Tengah). Padahal tanah Jawa Barat itu kalau mau ditamani jauh lebih baik hasilnya dan jarak angkutnya jauh lebih dekat," kata Dikdik seusai berdialog dengan pedagang di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Selasa (12/2).
Ia mengaku heran dengan kondisi tersebut apakah hal itu dikarenakan orang di Provinsi Jabar yang tidak minat menanam buah-buahan. Untuk itu, kata dia, harus ada pemberdayaan masalah ini.
"Tanyakan kenapa orang Jawa Barat nggak minat untuk menanam semangka. Apa tidak yang mengarahkan atau tidak punya akses untuk menanam semangka yang baik, itu baru satu masalah urusan semangka," imbuh dia.
Termasuk masalah sektor peternakan, menurut Dikdik, wilayah yang ada rumputnya setiap tahun itu adalah di wilayah Jabar.
"Sedangkan Jatim, Jateng belum tentu. Tapi sapi yg kita makan lebih banyak yang didatangkan dari luar Jabar dan bahkan malah impor. Itu bagian renungan kita," ujar mantan Kapolda Sumsel ini.
Ketika ditanyakan solusi untuk permasalahan tersebut, Dikdik menyatakan semua sektor harus diberdayakan demi kepentingan masyarakat bukan demi kepentingan golongan atau kelompok tertentu.
"Semua sektor harus diberdayakan. Dan muaranya demi kepentingan masyarakat banyak bukan pribadi atau hal-hal yang mementingkan kelompok tertentu," kata dia.
Ia menambahkan, ada tiga permasalahan besar yang dihadapi oleh pasar tradisional di Jabar, di antaranya kebersihannya.
"Kebersihan itu masalah kabupaten/kota, masalah kedua adalah kenyamanannya artinya pasar ini salah satu wahana terbaik untuk jadi sumber dinamika perekonomian antara petani pemasaran sama konsumen. Kalau ini sudah dirancang dengan baik tapi tidak dipelihara dengan baik ini sama juga dengan pengkhianatan pada perancang terdahulu," tandasnya.
[ant/zul]
BERITA TERKAIT: