Kamu Enggak Takut Sama Dokter?

Rumah Perubahan 2.0 dan OBI Gelar Pengobatan Gratis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 10 Februari 2013, 08:12 WIB
Kamu Enggak Takut Sama Dokter?
rmol news logo . Wajahnya masih terlihat lelah. Maklum, dia baru saja terbang lebih dari 10 jam dari Rabat, Maroko. Dari bandara Soekarono-Hatta, DR Rizal Ramli langsung meluncur menuju Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan. Namun keletihan di wajah itu langsung sirna. Senyumnya segera mengembang begitu turun dari mobil dan menyalami warga korban pasca banjir yang tengah mengantre berobat gratis.

Sejenak ratusan warga, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, yang tengah antre pun buyar. Mereka berebut menyalami tokoh nasional yang menjadi ikon perubahan tersebut. Ya, Rizal Ramli memang tengah menyambangi aksi sosial berupa pengobatan gratis hasil kerja bareng Rumah Perubahan 2.0 dengan Yayasan  Obor Berkat Indonesia (OBI). Baksos ini juga melibatkan PT Berkat Cemerlang Abadi dan PT Berkat Air Hidup Abadi (AHA) sebagai donator utama (Sabtu, 9/2).

Tidak kurang dari 600 warga memperoleh pengobatan gratis. Umumnya mereka menderita gatal-gatal, infeksi saluran napas atas (ISPA), batuk, flu, dan diare karena sulitnya mendapat air bersih pasca banjir. Sebagian lain mengobati atau sekadar memeriksakan kesehatan gigi. Usai berobat warga masih memperoleh bingkisan berupa mi instan, biskuit, dan tolak angin.

"Kamu sakit apa? Enggak takut sama dokter, kan?" tanya Rizal Ramli kepada seorang bocah laki-laki berusia sekitar 5 tahunan yang duduk bersama ibunya.

"Enggak," tukas  bocah itu sambil menjulurkan tangannya menyalami Mantan Menko perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid yang siang itu mengenakan kemeja biru muda lengan pendek dan bercelana gelap itu.

Sambil berkeliling, Ketua Umum Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) itu juga terus menyapa warga. Obrolan ringan pun mengalir. Mulai dari keluhan penyakit, sampai curhat warga sebagai wong cilik yang merasa terabaikan dari perhatian para elit yang bersemayam di pusat-pusat kekuasaan.

"Kegiatan sosial seperti ini sangat bagus. Dari sini kita dapat membantu meringankan penderitaan saudara-sadauara kita yang kena musibah. Lebih dari itu, kita juga bisa menyelami secara langsung geliat kehidupan mereka yang keras dan akrab dengan beban berat. Soal berobat, misalnya. Lewat bakti sosial ini warga bisa langsung mendapat pelayanan. Lain halnya bila mereka ke rumah sakit, harus melalui sejumlah prosedur yang merepotkan. Belum lagi biayanya yang sering tidak terjangkau," papar capres alternatif yang di kalangan Nahdiyin sering disapa dengan Gus Romli ini.

Kegiatan ini dipusatkan di sekretariat Karang Taruna RW 01 Kelurahan Kebon Baru, Tebet. Selembar plastik biru yang beberapa bagian sudah sobek, menutupi halaman yang tidak seberapa luas dari  jilatan matahari yang menyengat. Di pintu masuk, puluhan warga berderet dalam beberapa baris untuk mendaftar berobat.

Pada bagian tengah, berjajar bangku plastik, juga berwarna biru, yang dijejali warga yang menunggu gililran berobat. Sedangkan di bagian dalam bangunan, sejumlah dokter gigi tengah memberikan pelayanan kepada pasien. Kendati serba sederhana, fasilitas yang dibawa panitia cukup memadai.

"Kami melibatkan 16 dokter umum dan dokter gigi. Selain itu, ada sekitar 40 tenaga paramedis dan relawan lain yang membantu kelancaran aksi sosial. Lewat kegiatan seperti ini, kami berharap bisa membantu meringankan beban warga yang menderita pasca musibah banjir," ujar Indra dari PT Berkat Cemerlang Abadi.

Grup Berkat dan Yayasan OBI-nya tampak sudah terbiasa menggelar kegiatan sosial ini. Paling tidak, ini ditandai dengan pengaturan alur kegiatan dan warga yang berobat. Mulai dari pendaftaran, pengobatan, penyerahan resep, pengambilan obat, sampai pemberian bingkisan, semuanya berlangsung dengan rapi dan lancar.

"Kami secara periodik kami memang sering menyelenggarakan aksi sosial. Bahkan untuk warga di daerah aliran sungai Ciliwung, ada atau tidak ada bencana, kami secara rutin membantu. Dalam setahun, walau tidak ada banjir atau musibah lain, bisa beberapa kali penyelenggaraan," ungkap Joel Yang dari PT Berkat AHA.

"Waktu penyelenggaraan bakti sosial ini memang tepat. Selesai banjir biasanya banyak warga yang terserang penyakit. Saya juga termasuk yang memanfaatkan pengobatan gratis ini karena batuk dan pilek," ujar Yusup Mulyana Ketua RT 01/01, Kebon Baru. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA