Istana menengarai media nasional berbahasa Inggris itu punya motif lain di balik pemberitaan soal pajak Presiden SBY dan dua anaknya, Mayor Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.
Menurut salah seorang Staf Khusus Presiden, Andi Arief, tampaknya harian milik kelompok Kompas Gramedia itu punya agenda lain, yakni tak ingin SBY jadi tokoh dunia karena laporan itu diturunkan saat SBY sedang dalam kunjungan ke luar negeri.
Pemimpin Redaksi
The Jakarta Post, Meidyatama Suryodiningrat tak mengangkat sambungan telepon saat
Rakyat Merdeka Online menghubunginya untuk meminta tanggapan atas tudingan kalangan Istana tersebut.
Begitu juga pesan singkat yang dikirim, sampai saat ini belum dibalas.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.