WAWANCARA

Ahmad Rofiq: Praktik Kekerasan Dominan di Partai Nasdem

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 23 Januari 2013, 14:45 WIB
Ahmad Rofiq: Praktik Kekerasan Dominan di Partai Nasdem
ahmad rofiq
rmol news logo Hary Tanoesoedibjo tidak mungkin kembali ke Partai Nasional Demokrat (Nasdem) meski Surya Paloh tidak jadi ketua umum partai tersebut saat kongres.

"Kalau kembali lagi, malu dong. Masa sudah diumumkan keluar dari Nasdem, kembali lagi. Itu tidak mungkin," kata bekas Sekjen Partai Nasdem, Ahmad Rofiq, dalam wawancara dengan Harian Rakyat Merdeka seperti dimuat di halaman 2 edisi hari ini (Rabu, 23/1).

Seperti diketahui, Ketua Dewan Pakar  Nasdem Hary Tanoesoedibjo, Sekretaris Jenderal Ahmad Rofiq, Wakil Sekretaris Jenderal Saiful Haq, dan Ketua Internal DPP Endang Tirtana, mengundurkan diri dari Nasdem.

Ahmad Rofiq selanjutnya mengatakan, kalau ada yang bilang Hary Tanoe mau balik lagi, itu merupakan berita bohong.

Berikut kutipan selengkapnya.

Kalau Surya Paloh tidak menjadi ketua umum, apa Hary Tanoe balik ke Nasdem?

Itu tidak mungkin lagi. Berita itu bohong kalau dibilang Hary Tanoe mau kembali ke Nasdem.

Berapa partai yang sudah menghubungi Hary Tanoe dan Anda?

Kalau ke saya ada 3 partai. Tapi setahu saya yang ke Pak Hary Tanoe sudah ada 7 pimpinan partai politik yang mengajak beliau untuk bergabung.

Apa tidak menyesal mundur?

Tidak. Meski secara personal merasa berat ambil keputusan ini. Tapi karena harus diambil sebuah keputusan tegas, maka mundur itu jauh lebih terhormat daripada bertahan.

Sebenarnya apa sih masalahnya selain Surya Paloh ingin menjadi ketua umum?

Ada intimidasi di Partai Nasdem. Situasi ini memang benar-benar terjadi, ini  bukan hanya rumor.

Kabarnya Anda tidak menandatangani surat untuk kongres?

Saya tidak mau tanda tangan surat kongres bukan karena melawan. Tapi saya ingin menegakkan konstitusi. Kongres itu berdasarkan keputusan siapa. Apa keputusan Surya Paloh atau organisasi. Kalau organisasi saya tidak pernah diundang rapat.

Saya hanya ingin menegakkan konstitusi organisasi. Sebagai institusi demokrasi saya menyarankan kepada Nasdem untuk tidak melakukan langkah melawan cita-cita demokrasi.

Siapa yang mengintimidasi itu?

Yang ingin saya soroti bukan siapanya. Tapi bentuk intimidasi atau terror itu.  Ini kan cara kekerasan, seolah kita kembali kepada era barbarian,  masa otoritarian. Menurut saya ini bertentangan dengan etika demokrasi yang sedang dibangun. Saya menyarankan agar hal-hal tersebut tidak terjadi lagi.

Apa itu sudah mengarah kepada kekerasan?

Ya. Praktek kekerasan selama ini sangat dominan di Nasdem, baik kekerasan kata-kata maupun kekerasan yang sifatnya fisik. Kalau ingin menjadi bagian aspirasi rakyat Indonesia, saya kira semua parpol perlu tampil secara elegan dan demokratis, menunjukkan jati diri sesungguhnya sebagai pengusung demokrasi yang lebih matang.

Siapa saja mendapat intimidasi itu?

Beberapa personal dari DPP terjadi kekerasan, ancaman kepada Wasekjen Syaiful Haq yang akhirnya mundur juga.  Selain itu, ada juga beberapa  pengurus DPW. Memang tidak secara fisik tetapi kekerasan itu lebih pada kata-kata. Cara demokrasinya tidak elegan. Ini bisa mengurangi rasa respek yang selama ini mencintai Nasdem.

Siapa sebenarnya menginginkan kongres digelar? 

Ada keinginan agar Pak Surya menjadi ketua umum, saya sendiri tidak pernah menentang itu. Silakan saja. Yang saya minta mari diputuskan secara bersama-sama agar di kemudian hari kita tidak mencederasi proses demokrasi. Tapi omongan saya tidak didengarkan. Makanya saya mundur. Saya tidak mau jadi bagian dalam sebuah sistem yang rusak.

Apa sudah dibicarakan dengan Surya Paloh?

Sebelum partai ini dinyatakan lolos  menjadi peserta Pemilu 2014, saya sudah menyampaikan keluh kesah saya sebagai sekjen dan sebagai anak muda kepada Surya Paloh bahwa dinamika di partai ini sudah jauh, maka penting figur Surya Paloh untuk menyelesaikan segala macam permasalahan. Tapi masukan itu tidak ditanggapi, bahkan lebih keras benturannya. Sebenarnya Surya Paloh itu orang baik. Tapi karena pengaruh dari lingkungan dan lain hal, apa yang menjadi masukan saya tidak dianggap.

Apa mundur itu solusi terbaik?

Kami mundur karena  tidak ingin menjadi faktor pengganggu di Nasdem. Lebih baik memberikan keleluasaan kepada Surya Paloh dan tim untuk menata restorasi yang diinginkan partai.

Apa Anda menggalang pengurus DPW?

Saya tidak pernah menggalang DPW dan DPD. Kalau ada yang mundur, saya rasa itu kesadaran pilitik saja. Kalau saya menggalang untuk melakukan konsolidasasi agar mereka mundur, itu artinya saya tidak rela tinggalkan Nasdem.

Banyak kalangan menilai, partai ini bakal tidak berkembang, tanggapan Anda?

Keluarnya kader Nasdem akan berpengaruh di pemilu. Sebab, masyarakat menganggap partai ini belum apa-apa sudah pecah.  [zul]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA