Kekuatan financial diyakini salah satu modal menghadapi perang. Tapi diingatkan, itu bukan satu-satunya cara untuk memenangkan pertarungan, dalam hal ini Pemilihan Umum 2014.
Demikian disampaikan anggota Dewan Pembina Partai Nasdem Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 21/1) menanggapi kemunduran Hary Tanoe dari Partai Nasdem.
Hary Tanoe dikenal selama ini salah seorang donatur Partai Nasdem.
Mantan Panglima TNI ini membandingkan, ada banyak partai yang tidak sekaya Partai Nasdem semasa masih diperkuat Hary Tanoe dan Surya Paloh secara bersama-sama. Tapi partai-partai itu tetap eksis dan siap maju berperang.
"Menurut saya tekad semangat akan lebih penting, walaupun tidak kalah pentingnya finansial. Tapi semangat akan lebih mengemuka dalam memenangkan perang, Pemilu," jelasnya.
Jenderal Tarto, panggilannya, juga tidak kuatir kader Nasdem lainnya akan mundur mengikuti jejak Hary Tanoe. Selama ini kader tersebut konsisten dengan visi restorasi.
"Kalau mereka masih mengusung idealisme, tidak semata-mata kepentingan kelompok, golongan, atau anak muda maupun orang tua. Tapi lebih kepada agenda restorasi, masih menjaga idealisme. Tidak seharusnya mereka itu mundur," tandasnya.[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: