Seluruh warga maupun organisasi, baik politik ataupun kemasyarakatan diimbau tidak mempolitisasi korban banjir. Karena politisasi itu akan merusak niat dalam menjalankan peran sosial yang sesungguhnya.
Demikian disampaikan Sekjen DPP KNPI Bintang Prabowo di Posko Penanggulangan Bencana KNPI, Jatinegara Barat, Jakarta (Jumat, 18/1).
Karena menurutnya, memang sudah semestinya seluruh warga Ibukota bahu-membahu membantu warga yang tengah mengalami musibah banjir.
"Sudah kewajiban sesama anak bangsa saudara se-Tanah Air, kita saling membantu dan menolong. Tapi saya imbau agar pertolongan yang di berikan jangan disusupi oleh niat yang kurang baik seperti mencari popularitas apalagi dikaitkan dengan pemilu 2014. Janganlah korban musibah ini dipolitisasi," tegas Bintang.
Bintang menjelaskan, karena musibah banjir yang cukup besar, hingga hari ini, 15 ribu lebih warga terpaksa diungsikan dari tempat tinggalnya.
Hal ini terjadi karena luapan air kali Ciliwung, curah hujan yang tinggi, dampak dari badai yang melintas dari Benua Australia, dan minimnya resapan air di kawasan Puncak Bogor sehingga air hujan tersebut dengan mudah masuk membanjiri Ibukota.
"Kita sudah sering mengalami ini dan berulang-ulang. Saya kira kini saatnya yang tepat untuk melakukan perbaikan infrastruktur penunjang. Karena banyak sarana resapan yang sudah beralih fungsi," ungkapnya.
"Maka perlu dilakukan evaluasi dan perubahan signifikan terutama oleh pemerintah agar Jakarta bisa benar-benar bebas dari bencana banjir seperti yang sudah kesekian kali terjadi," tutup Bintang.[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: