Cuaca ekstrim menyebabkan gelombang tinggi sehingga dermaga tidak dapat beroperasi dan kapal yang beroperasi menjadi berkurang. Akibatnya kendaraan yang terangkut menjadi sedikit sehingga terjadi antrean panjang di beberapa pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni.
"Hal ini diperparah lagi dengan terendamnya ruas tol Merak akibat dari hujan yang terus menerus," jelas anggota Komisi V DPR Saleh Husin menanggapi banjir yang melanda jalan Tol Merak-Jakarta. Meski, kondisi jalan Tol Jakarta-Merak di Km 57 sampai 59 Ciujung sudah kembali bisa dilalui Jumat (11/1) setelah ditutup sejak Rabu (9/1) dini hari akibat terjangan banjir.
Karena itu, sistem drainase di sekitar tol harus segera ditingkatkan/diperbaiki terutama di sekitar tempat genangan. Kalau ini tidak ditata dengan baik, genangan air yang melanda jalan tol akan terus terjadi jika curah hujan tinggi.
"Untuk itu kami meminta kementerian PU bersama penyelenggara ruas tol tersebut segera melakukan langkah-langkah nyata dalam mengatasi hal tersebut," ungkap Saleh.
"Hal ini jangan dianggap sepele karena ini sangat merugikan distribusi barang dari dan menuju ke sumatera dan berakibat pada cost yang tinggi dan ahirnya konsumen yang akan menanggung bebannya," tandasnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: