Komisi Pemilihan Umum periode saat ini diingatkan jangan sampai menjadi KPU terburuk dalam kinerjanya sepanjang pelaksanaan Pemilu pasca reformasi.
"Kami melihat KPU kali ini sangat berpotensi untuk menjadi KPU terburuk dalam sejarah Pemilu di Indonesia," jelas Ketua Badan Advokasi Hukum (BAHU) DPP Partai Nasdem kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 1/1).
Dia mengungkapkan itu karena banyaknya perubahan peraturan yang dikeluarkan KPU. Misalnya soal Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) dan juga banyaknya anggota KPUD yang bermasalah dan dicopot oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).
"Peraturan-peraturan KPU yang berubah-ubah sehingga terkesan tidak konsisten dan terlihat mudah diintervensi oleh pemerintah dan partai-partai parlemen," ungkapnya.
Tapi intinya, BAHU Partai Nasdem berharap KPU, yang dinakhodai Husni Kamil Manik Cs itu dapat bekerja secara profesional, tegas dalam memutuskan dan harus berani menetapkan bilamana ada partai yang seharusnya tidak pantas ikut Pemilu 2014 kendati itu partai yang saat ini ada di Senayan (DPR), tegasnya terkait hasil verifikasi partai politik yang belum diumumkan KPU. [zul]
BERITA TERKAIT: