Rakyat Indonesia memang menyesal telah memilih Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden pada pemilihan presiden 2009 lalu. Karena itu, pernyataan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, yang disampaikan Rabu kemarin, benar adanya.
"Saya kira pernyataan Pak Din tak mengada-ada. Itulah realitas yang sebenarnya. Betapa muaknya masyarakat terutama terhadap sejumlah kejahatan korupsi yang melibatkan pimpinan teras Partai Demokrat, yang dulunya adalah bintang iklan anti korupsi dari Partai Demokrat," jelas Koordinator Petisi 28 Haris Rusly kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 21/12).
Pernyataan Din bahwa rakyat menyesal, sambung Haris Rusly, sudah dibuktikan secara ilmiah oleh sejumlah lembaga survei. Hasil survei membuktikan elektabilitas SBY dan Partai Demokrat jatuh. "Elektabilitas Partai Demokrat bahkan diperkirakan akan jatuh pada level sekitar 6-7 persen pada Pemili 2014," ungkapnya.
Menurutnya, jatuhnya elektabilitas Partai Demokrat dan SBY adalah bukti nyata masyarakat kecewa terhadap kepemimpinan Presiden SBY dan Partai Demokrat. Karena itu, sambung mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik ini, pemerintahan SBY harus segera disudahi.
"2013 harus jadi tahun 'habis-habisan' untuk mengakhiri rezim SBY dan menyeretnya ke pengadilan untuk dihakimi dan dipenjara atas sejumlah kejahatan korupsi hingga manipulasi dan kecurangan pileg dan pilpres 2009 yang memenangkan Partai Demokrat dan memenangkan dirinya sebagai Presiden untuk periode kedua," tegasnya.
Apa mungkin menjatuhkan SBY pada tahun 2013?
"Semua elemen dan komponen bangsa harus berjuang habis-habisan melalui revolusi dan penghakiman rakyat untuk mejatuhkan SBY, membubarkan parlemen khianat dan mengembalikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan dan tujuan bernegara," demikian Haris Rusly. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: