Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia mengadakan pameran Indonesian Emerging Architecture. Dalam rangka memberikan masa depan bagi perkembangan arsitektur Indonesia dalam bentuk instalasi.
Pameran yang berlangsung di Galeri Nasional Indonesia pada tanggal 12-30 Desember 2012 ini mengusung tema, “Dari, Di dan Ke†dengan beberapa peserta yang mampu menafsirkan tema tersebut dengan baik.
Dari 12 arsitek yang diminta, Adi Purnomo, Ary Indra, Budi Pradono, dan dua konsultan arsitektur SHAU dan Urbane Indonesia dipercaya untuk menerjemahkan arti "Ruang" dalam sebuah karya seni tersebut.
“Berbeda dari kelaziman kuratorial yang memilih karya seni yang pantas untuk dipamerkan, maka kini karya para arsitek ini belum jelas sebelum jadi," kata Gunawan Tjahjono, selaku kurator pameran dalam sambutannya kemarin.
“Dari menunjukan sesuatu yang lampau, tempat seseorang berangkat dan memulai. Sedangkan Di adalah makna dari saat ini. Di tidak ada bila Dari tidak dimulai. Begitu juga Ke yang menunjukkan masa depan atau tujuan. Jelas ketiganya terkait," lanjut Gunawan.
Tema yang dipilih mengisyaratkan peristiwa sudah terjadi dan masa telah terlampaui, saat ini, dan apa yang akan dilakukan di masa yang akan datang. Ruang dari merupakan suatu konstruksi yang memungkinkan seseorang merasakan ia berada dalam keadaan selesai berangkat, pernah berasal, dan dapat mengenang. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: