Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengumumkan hasil investigasi kecelakaan pesawat Sukhoi RRJ-95B registrasi 97004 atau yang selama ini disebut Pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, 9 Mei 2012 lalu di Gunung Salak, Bogor.
Hasil investigasi komite yang dipimpin Tatang Kurniadi itu menyimpulkan bahwa kecelakaan pesawat buatan Rusia itu disebabkan human error.
Tatang mengatakan, hasil investigasi menunjukkan pilot pesawat tidak menyadari kondisi lingkungan yang ada dan mengabaikan peringatan dari sistem pada pesawat.
"Dari 475 parameter yang kita download dari black box, menunjukkan bahwa tidak ditemukan ada kerusakan pada sistem pesawat," katanya dalam konferensi pers laporan hasil akhir investigasi kecelakaan pesawat Sukhoi di Jakarta, Selasa (18/12).
Menurutnya, seperti dikutip dari JPNN, 38 detik sebelum terjadi benturan antara pesawat dengan tebing Gunung Salak, sistem peringatan (TAWS) telah berbunyi bahwa di depan ada tebing, sehingga meminta pilot untuk menghindar permukaan.
"Namun pilot mematikan peringatan tersebut, karena berasumsi database yang bermasalah," katanya yang mengungkap hasil simulasi yang dilakukan KNKT juga menunjukkan benturan sebenarnya dapat dihindari dari peringatan sistem yang ada.
Hasil investigasi juga menyebut, sebelum terjadi benturan, terjadi pengalihan perhatian dari pilot. Kondisi ini secara tidak sengaja membuat pilot membawa pesawat keluar dari jalur lintasan penerbangan.
Sebagaimana diketahui, pesawat Sukhoi mengalami kecelakaan saat tengah melakukan uji terbang, 9 Mei lalu di Gunung Salak, Bogor. Akibat kecelakaan ini seluruh awak pesawat yang berjumlah 45 jiwa, meninggal dunia. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: