Dubes: Seperti Dulu, Sampai Sekarang Masih Banyak Pelajar Malaysia Belajar di Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 12 Desember 2012, 07:53 WIB
Dubes: Seperti Dulu, Sampai Sekarang Masih Banyak Pelajar Malaysia Belajar di Indonesia
dubes malaysia
rmol news logo Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Syed Munshe Afdzaruddin Bin Syed Hasan mengakui hubungan negaranya dan Indonesia selalu mengalamui pasang surut. Meski begitu, hubungan kedua negara harus terus berlanjut.

Karena itu, Dato' Syed Munshe mengusulkan, ke depannya kedua belah pihak harus punya visi bersama untuk membangun hubungan yang dapat mengangkat kesejahteraan bersama.

"Hubungan Indonesia dan Malaysia harus kekal, dikarenakan faktor kedekatan historis, sama-sama anggota ASEAN dan keterikatan ekonomi serta faktor kebutuhan tenaga kerja," ucap dia," jelas Dato' Syed Munshe saat bertandang ke rumah dinas Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho kemarin.

Untuk maksud tersebut, Dubes Malaysia menawarkan merancang program bersama dengan memanfaatkan dana CSR (coorporate social responsibility) Malaysia.

Dubes Malaysia kemudian menyebutkan bahwa banyak hal positif mengenai hubungan Indonesia-Malaysia yang kurang diketahui khalayak.

Jika dulu Indonesia menjadi tempat belajar Malaysia, Dubes menjelaskan bahwa sampai sekarang pun masih demikian. Setiap tahunnya ada sebanyak 6.000 pelajar Malaysia yang belajar di Indonesia. Demikian juga di bidang pariwisata, terdapat 1,3 juta warga Malaysia yang berkunjung ke Indonesia setiap tahunnya dengan tujuan Jakarta, Bali, Bandung dan Medan.

"Selesai melaksanakan umroh, orang Malaysia pasti memilih datang ke Indonesia, bukan ke negara-negara lain," kata Dato Syed Munshe.

Dia mengungkapkan itu menanggapi pernyataan Gatot Pujo Nugroho sebelumnya. Kata Gatot masih adanya perspektif keliru di tengah masyarakat Malaysia tentang Indonesia. Karenanya hal itu perlu menjadi catatan dan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Malaysia.

Kepada Dubes Malaysia, Gatot mengungkapkan kekecewaan masyarakat atas insiden ejekan yang dilontarkan para supporter pada Piala AFF yang berlangsung di negara jiran tersebut. "Walaupun hal tersebut merupakan tindakan segelintir orang, namun tetap saja ada rasa sakit hati yang muncul," ujarnya.

Oleh karena itu, katanya, Pemerintah Malaysia perlu mempertimbangkan hal tersebut dan hal ini sudah berulang kali terjadi. "Pemerintah Malaysia perlu memberikan edukasi kepada warganya, agar peristiwa tersebut, kedepan tidak terulang lagi dan hubungan baik antara dua negara tetap terjalin," kata Gatot. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA