Nasdem Memang harus Rekrut Banyak Tokoh untuk Dobrak Persekongkolan di DPR

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 05 Desember 2012, 14:27 WIB
Nasdem Memang harus Rekrut Banyak Tokoh untuk Dobrak Persekongkolan di DPR
rachmamawati
rmol news logo Partai Nasdem memang harus merekrut banyak tokoh. Hal ini agar tujuan untuk melakukan perubahan di negeri ini bisa dilakukan.

"Selain melakukan konsolidasi secara besar-besaran, Partai Nasdem juga harus sebanyak mungkin merektut tokoh-tokoh besar agar Partai Nasdem bisa menjadi kekuatan baru yang mengusung agenda perubahan," jelas Sekjen Partai Pelopor Ristiyanto kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 5/12).

Diketahui, setelah merekrut bos MNC Grup Hary Tanoesudibjo, Nasdem juga mengajak putri Bung Karno yang juga pendiri Partai Pelopor, Rachmawati Soekarnoputri dan mantan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto untuk bergabung.

Ristiyanto menjelaskan, kalau tidak mendapat suara besar dalam Pemilihan Umum 2014 mendatang, Partai Nasdem akan sulit mendobrak kekuatan status quo yang ada di DPR. Kekuatan status quo di DPR ini dimotori Partai Golkar, PDIP, dan Demokrat.

Menurutnya, tiga partai itu, yang juga disokong beberapa partai kecil, telah melakukan persekongkolan sistematis. Karena mereka menutup peluang tokoh-tokoh lain untuk bisa maju pada pemilihan presiden 2014 mendatang.

"Hal ini ditandai dengan tidak diubahnya UU Pilpres. Persekongkolan ini mau tidak mau mengharuskan Partai Nasdem paling kurang harus mendapat suara di atas 10 persen atau minimal menjadi ranking keempat," jelasnya.

Bila target minimal di atas tidak diperoleh, akan sangat sulit bagi Nasdem untuk melakukan perubahan. Karena peluang Nasdem untuk mengusung calon menjadi sulit. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA