Rhoma Irama Lebih Maju Dua Langkah Dibanding JK dan Mahfud MD Cs

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 04 Desember 2012, 16:42 WIB
Rhoma Irama Lebih Maju Dua Langkah Dibanding JK dan Mahfud MD Cs
rmol news logo Survei opinion leader yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) diapresiasi. LSI dinilai memiliki niat baik memunculkan tokoh-tokoh yang layak untuk maju sebagai calon presiden, berdasarkan penilaian intelektual.

"Masalahnya adalah apakah nama-nama tersebut akan didukung oleh partai politik," ujar pengamat politik Saleh P. Daulay kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 4/12).

Berdasarkan survei LSI, lima tokoh berkualitas personal tinggi untuk dicalonkan adalah Mahfud MD, Jusuf Kalla, Dahlan Iskan, Sri Mulyani, dan Hidayat Nur Wahid. Dari kelima nama itu, hanya Hidayat yang aktif di partai, yaitu Ketua Fraksi PKS.

Saleh menjelaskan, UU Pilpres yang lalu, misalnya, mengamanatkan bahwa setiap pasangan capres/cawapres harus didukung minimal 20 persen jumlah kursi di parlemen atau 25 persen dari total suara yang diperoleh partai politik.

"Dalam suasana seperti ini, dikhawatirkan niat baik lembaga-lembaga survei itu akan kandas jika capres-capres alternatif itu tidak didukung parpol," jelas Saleh, dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Karena itu menurut Saleh, capres-capres alternatif itu harus juga berusaha keras untuk mengambil hati pimpinan partai politik agar mereka diberikan kesempatan ikut bertarung pada pilpres yang akan datang. Tidak ada salahnya mencoba untuk merapat ke partai walaupun diyakini sulit untuk mendapat tiket.

"Apalagi, partai-partai politik saat ini kelihatannya sudah percaya diri untuk mengusung calon masing-masing," imbuh Saleh.

Misalnya, Partai Golkar mendukung Aburizal Bakrie; PAN mengusung Hatta Rajasa; Gerindra kembali menjagokan Prabowo Subianto. Sedangkan PDIP kemungkinan besar akan kembali mengusng Megawati Soekarnoputri. "Dan mungkin menyusul capres-capres dari Partai Demokrat dan partai-partai lainnya," kata Saleh.

Karena mereka serius mengusung calonnya masing-masing, dipastikan UU Pilpres yang saat ini sedang dibahas di DPR akan diarahkan agar para calon parpol-parpol itu lolos. Karena itu, persyaratan untuk menjadi capres/cawapres pun akan dipatok sesuai dengan kepentingan masing-masing parpol.

"Pada titik ini, peluang capres alternatif akan semakin kecil, untuk tidak mengatakan tertutup. Paling mungkin adalah menjadi cawapres mendampingi capres yang diusung parpol," jelasnya.

Karena itulah menurut Saleh, Rhoma Irama lebih maju dua langkah dibanding kelima nama yang ditawarkan oleh LSI di atas. Meski kemampuannya dipertanyakan banyak pihak untuk menjadi presiden, Rhoma Irama percaya diri menyatakan siap memimpin negeri ini. Tak hanya itu, Rhoma juga sudah membangun komunikasi dengan partai-partai, misalnya PKB.

"Melihat fenomena ini, jangan-jangan peluang Rhoma masih lebih besar," tandas Saleh sambil tersenyum. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA