Setelah Sekjen DPP Partai Nasdem Ahmad Rofiq dan Corporate Secretary MNC Arya Sinulingga, giliran anggota Dewan Pembina DPP Partai Nasdem Prof. Soleh Solehuddin yang membantah kabar Surya Paloh dan Hary Tanoesoedibjo pecah kongsi alias hubungannya tidak harmonis lagi. "Saya kira tidak terjadi itu apa istilahnya pecah kongsi, macam-macam. Menurut saya itu terlalu dibesar-besarkan," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Menurut mantan Rektor Institut Pertanian Bogor ini, Hary Tanoe, sebagai Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem, punya tugas dan fungsi yang pada prinsipnya mendukung aktifitas partai, baik pemikiran, maupun hal-hal lain yang ada kaitan dengan kebutuhan-kebutuhan sebuah partai baru yang sedang berkembang.
Sementara Surya Paloh, sebagai Ketua Majelis Nasional DPP Partai Nasdem, tidak ada kekhawatiran terhadap apa yang dilakukan oleh Hary Tanoe selama ini.
"Karena beliau (Surya Paloh) menyadari saat ini saatnya semua potensi yang ada dalam tubuh partai harus dipersatukan. Kita jangan sampai, katakanlah partai yang sedang naik daun begini, justru banyak dipoliticking oleh pihak-pihak luar. Itu pandangan saya," ungkapnya.
Karena itu mantan Menteri Pertanian ini menegaskan, bahwa jajaran partainya di internal solid, tidak ada masalah.
"Bahwa ada perbendaan pandangan di rapat, saya kira itu dinamika dimanapun ada. Tapi tidak melebar sampai pertentangan antara beliau dengan Pak HT. Tidak ada itu," tepis Ketua Ormas Nasional Demokrat Jawa Barat ini lagi. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: