Isu perpecahan Partai Nasdem semakin santer dibicarakan banyak kalangan. Disebutkan Ketua Dewan Pakar partai itu, Hary Tanoesoedibjo mulai bersiap-siap untuk angkat kaki meninggalkan partai yang bermarkas di Gondangdia, Jakarta, ini. Adapun Ketua Majelis Nasional Surya Paloh tengah mendekati tokoh-tokoh lain untuk membicarakam berbagai kemungkinan menjelang dan setelah Pemilu 2014.
Tokoh lain di dalam partai yang diharapkan bisa menjadi penengah di antara kedua pengusaha itu adalah Sekretaris Majels Nasional Jeffrie Geovanie. Tetapi kelihatannya Jeffrie Geovanie yang mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar itu lebih berpihak kepada Hary Tanoesoedibjo yang bos media MNC Group ketimbang Surya Paloh yang bos MetroTV dan Media Indonesia.
Padahal saat keduanya masih di Golkar, hubungan Surya Paloh dan Jeffrie Geovanie terbilang mesra. Bahkan Jeffrie Geovanie adalah salah satu motor utama tim Surya Paloh dalam perebutan kursi ketua umum Partai Golkar di Munas 2010.
"Itu (perpecahan Nasdem) isu murahan yang tak perlu dibesar-besarkan," ujar Seretaris Jenderal Partai Nasdem Ahmad Rofiq kepada Rakyat Merdeka Online beberapa waktu lalu.
Mantan Sekjen Partai Matahari Bangsa (PMB) itu menegaskan, tidak ada pertentangan atau perbedaan diantara Surya Paloh dan Hary Tanoesoedibjo.
"Semua baik-baik saja. Sudah sewajarnya bagi siapa saja untuk sama-sama berkorban demi kebesaran Partai Nasdem. SP berkorban, HT berkorban. Pengurus lainnya juga berkorban," demikian Rofiq. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: