"Memang, dari 9 anggota Presidium, ada 6 politisi. Tapi itu takkan menyebabkan KAHMI berpolitik praktis," ujar Ketua Presidium KAHMI terpilih, Mahfud MD, kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 2/12).
Bagi Mahfud, politik itu ada dua level. Yaitu high politics atau politik sebagai konsep dan inspirasi; serta low politics yaitu politik praktis.
"KAHMI sebagai organisasi hanya akan bergerak di wilayah high politics. Tetapi anggota-anggota KAHMI secara pribadi boleh melakukan politik praktis melalui parpol-parpol yang tersedia," terang Ketua Mahkamah Konstitusi ini.
"Saya juga tak mungkin menggunakan KAHMI sebagai alat politik pada Pilpres 2014. Itu haram hukumnya dan saya tak mau melakukan hal-hal yang haram," sambung Mahfud MD, penerima Man of The Year 2010, Guard of Rights dari Rakyat Merdeka Online ini.
Berikut sembilan Presidium KAHMI, yang terpilih dalam Munas IX.
1. Mahfud MD (347 suara, Ketua Mahkamah Konstitusi);
2. Viva Yoga Mauladi (334 suara, Ketau DPP PAN);
3. Anas Urbaningrum (320 suara, Ketua Umum DPP Demokrat);
4. Muhammad Marwan (313 suara, Dirjen Bangda Depdagri);
5. Anis Baswedan (308 suara, Rektor Universitas Paramadina);
6. Bambang Soesatyo (260 suara, Wakil Bendahara Umum DPP Golkar);
7. Dr Hj Reni Marlina (192 suara, politikus PPP);
8. Ms Kaban (156 suara, Ketua Umum DPP PBB);
9. Taufiq Hidayat (153 suara, politikus Golkar). [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: