Pasalnya, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Malaysia Sagir Alva dan beberapa suporter asal Indonesia dikeroyok oleh suporter Malaysia usai pertandingan Timnas Sepakbola Indonesia Vs Singapura, di stadion Bukit Jalil Malaysia, kemarin (Rabu, 28/11).
"Ini membuktikan bahwa rakyat Malaysia tidak cerdas dan tidak menghargai Indonesia sebagai bangsa serumpun," ujar Ketua Umum DPP Jaringan Mahasiswa LIRA Indonesia (Jaring Mahali) M. Rozi (Jumat, 30/11).
Kemarahan terhadap Malaysia bertambah setelah publik Indonesia menyaksikan rekaman adegan suporter Malaysia meneriakkan yel-yel "Indonesia itu (maaf, red) anjing" yang awalnya beredar di Youtube. "Sungguh malu kita dengan ejekan kasar dari suporter Malaysia yang harusnnya menjadi tuan rumah yang baik," kesal Rozi.
Karena itu, Jaring Mahali meminta Pemerintah Malaysia meminta maaf kepada rakyat Indonesia. Jika tuntutan tidak dipenuhi dalam 3X24 jam, Jaring Mahali akan menutup seluruh perusahan Malaysia yang ada di Indonesia. Seperti XL, Petronas, Proton dan lain-lain. "Tidak hanya itu, kami Juga akan mengerahkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jaring Mahali di daerah perbatasan (Kepri, Kalbar dan Kaltim) untuk demo," ungkapnya.
Rozi melanjutkan, negara-negara Asia juga harus mengugat pemerintah Malaysia karena menggunakan slogan pariwisatanya "Malaysia Truly Asia." "Dimananya 'Truly Asia' tersebut? Apa mempolitisasi olahraga dan mengejek negara lain ini karakter masyarakat Asia," katanya mempertanyakan.
Makanya pemerintah Indonesia didesak menggalang dukungan sesama negara Asia untuk memboikot penggunaaan slogan pariwisata Malaysia itu. Tak lupa, Jaring Mahali juga mendesak Presiden SBY menuntaskan kasus pemerkosaan TKI oleh aparat Malaysia yang terjadi belum lama ini. "Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat harus menstop penyaluran TKI ke Malaysia. Karena sesungguhnya TKI kitalah yang berkontribusi dalam pembangunan di Malaysia," tandasnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: