VIDEO SUPORTER MALAYSIA

Pemerintah Harus Bertindak Supaya Penghinaan Tidak Terulang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 30 November 2012, 11:49 WIB
Pemerintah Harus Bertindak Supaya Penghinaan Tidak Terulang
rmol news logo Jelang laga tuan rumah Malaysia melawan Indonesia di Bukit Jalil Kuala Lumpur, esok hari, beberapa insiden sudah memanaskan rivalitas abadi dua tim.

Dua hari lalu, warga Indonesia dikeroyok sejumlah warga Malaysia setelah menyaksikan pertandingan Indonesia Vs Singapura di Bukit Jalil. Kemudian, tayangan sebuah video di Youtube, berjudul "AFF Cup 2012: Indonesia Itu Anjing!! Said 'Chiks'-Malaysian Supporters at Home", menambah kemarahan publik Indonesia.

Rekaman berdurasi 1 menit 48 detik yang diunggah pada Selasa (27/11) menayangkan aksi pendukung fanatik Harimau Malaya meneriakkan yel-yel "Indonesia itu Anjing" berkali-kali dengan latar belakang Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Pengunduhnya mengatasnamakan Indosportnews.

Anggota DPR RI ikut bersuara. Menurut anggota fraksi PKS, Indra, apa yang dilakukan suporter Malaysia dalam video itu sama dengan tindakan biadab dan penghinaan bagi bangsa Indonesia.

"Pemerintah Indonesia harus mencari tahu dan memastikan kebenaran video provokatif itu," ujar Indra kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (30/11).

Politisi muda itu mengatakan, bila rekaman itu valid atau tanpa rekayasa, maka pemerintah Indonesia harus mengambil sikap. Kasus penghinaan ini, kata Indra, tidak boleh disederhanakan. Rakyat di negeri jiran sudah amat sering melecehkan dan menyepelekan Indonesia.

"Saya mendesak pemerintah untuk segera kirimkan nota diplomatik (protes) kepada pemerintah Malaysia. Pemerintah Malaysia harus mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka," pinta Indra.

Selain itu, masalah ini juga harus dilaporkan ke badan sepakbola dunia. Pemerintah bersama-sama PSSI, harus mendesak FIFA memberikan sanksi kepada organisasi sepakbola Malaysia.

"Keseriusan pemerintah Indonesia menyikapi hal ini merupakan sinyal agar ke depan jangan ada lagi penghinaan dan pelecehan. Tunjukkan bahwa kita adalah negara besar yang tidak boleh diremehkan dan dilecehkan oleh negara manapun," pungkas Indra. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA