Orang Istana: Mengumpat dengan Kata Anjing adalah Kesombongan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 30 November 2012, 11:20 WIB
Orang Istana: Mengumpat dengan Kata Anjing adalah Kesombongan
rmol news logo Rekaman adegan suporter Malaysia meneriakkan yel-yel "Indonesia itu (maaf, red) anjing" yang awalnya beredar di Youtube memancing pendapat dari berbagai kalangan. Tidak terkecuali kalangan Istana Negara.

Andi Arief, salah seorang Staf Khusus Presiden, mengatakan bahwa perbuatan yang diperlihatkan suporter Malaysia itu jelas tidak ada fungsi positifnya.

"Ada semacam kebiasaan dari sebagian masyarakat yang mengutarakan kekesalannya dengan kata seperti anjing, asu, kambing dan segala macam jenis penghuni binatang. Padahal, sebagai sebagai hewan yang diciptakan Tuhan, hewan-hewan itu, dalam hal ini anjing adalah makhluk hidup yang juga memiliki fungsi dan manfaat bagi kehidupan," ujarnya.

"Kebiasaan sebagian masyarakat saat marah mengumpat anjing, misalnya, adalah kesombongan," tambah dia.

Anjing muncul dalam sejumlah kisah kenabian. Bahkan ada keyakinan hewan anjing lebih dahulu ada di muka bumi sebelum Nabi Adam diciptakan. Sementara di dalam kitab suci Al Quran, salah satu surat, yakni Al Kahfi atau Goa bercerita tentang seekor anjing yang melindungi pemuda-pemuda yang tidur selama 309 tahun sebelum akhirnya ikut mati bersama mereka.

Anjing juga ada dalam kisah Mahabrata, dan menemani para Pandawa.

"Anjing memiliki sifat setia," ujar Andi Arief lagi. 

Menurut Andi Arief apa yang dilakukan para suporter Malaysia yang meneriakkan makian kepada Indonesia dengan menggunakan kata anjing adalah bentuk keterbelakangan.

"Keterbelakangan para penonton Malaysia ini tak ada fungsi positifnya," demikian Andi Arief. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA