Seruan Hatta Rajasa Soal Ekspor Bahan Mentah Jargon Semata?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Sabtu, 24 November 2012, 19:33 WIB
Seruan Hatta Rajasa Soal Ekspor Bahan Mentah Jargon Semata?
hatta rajasa/ist
rmol news logo Beberapa saat lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyerukan untuk menghentikan ekspor bahan mentah.

Saat menjadi pembicara kunci pada acara Sarasehan Kebangsaan "Menuju Era Baru Nasionalisme Ekonomi Indonesia" di Institut Teknologi Bandung (Sabtu siang, 24/11), dia menekankan, perlu intervensi negara untuk membenahi perekonomian nasional di tengah situasi yang mengglobal.

Hatta Rajasa memandang, Indonesia memiliki banyak tenaga sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengolah produk dalam negeri lebih kompetitif di dunia.

Namun, seruan Ketua Umum DPP PAN itu dinilai baru sebatas jargon bila masalah ketenagakerjaan tidak ditangani serius.

"Kalau mau mendorong industrialisasi atau hilirisasi, pemerintah perlu serius perbaiki  iklim antar  pekerja dan pengusaha," ujar Ketua Komisi VI DPR, Airlangga Hartarto, saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, Sabtu (24/11).

Salah satu Ketua DPP Partai Golkar itu menambahkan, masalah pekerja sudah mencapai batas yang membuat industri manufaktur terpuruk.

"Perlu perbaikan hubungan antara pekerja dan pengusaha. Peran Apindo belum bisa menjembatani persoalan tripatrit sehingga pemerintah wajib turun tangan. Investor Korea dan Jepang sudah menyampaikan keprihatinan mereka," jelas Airlangga.

"Untuk posisi produk di luar, tidak ada keberpihakan yang substantif, cenderung dilepas ke mekanisme pasar saja," pungkas Airlangga. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA