Saat menjadi pembicara kunci pada acara Sarasehan Kebangsaan "Menuju Era Baru Nasionalisme Ekonomi Indonesia" di Institut Teknologi Bandung (Sabtu siang, 24/11), dia menekankan, perlu intervensi negara untuk membenahi perekonomian nasional di tengah situasi yang mengglobal.
Hatta Rajasa memandang, Indonesia memiliki banyak tenaga sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengolah produk dalam negeri lebih kompetitif di dunia.
Namun, seruan Ketua Umum DPP PAN itu dinilai baru sebatas jargon bila masalah ketenagakerjaan tidak ditangani serius.
"Kalau mau mendorong industrialisasi atau hilirisasi, pemerintah perlu serius perbaiki iklim antar pekerja dan pengusaha," ujar Ketua Komisi VI DPR, Airlangga Hartarto, saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online, Sabtu (24/11).
Salah satu Ketua DPP Partai Golkar itu menambahkan, masalah pekerja sudah mencapai batas yang membuat industri manufaktur terpuruk.
"Perlu perbaikan hubungan antara pekerja dan pengusaha. Peran Apindo belum bisa menjembatani persoalan tripatrit sehingga pemerintah wajib turun tangan. Investor Korea dan Jepang sudah menyampaikan keprihatinan mereka," jelas Airlangga.
"Untuk posisi produk di luar, tidak ada keberpihakan yang substantif, cenderung dilepas ke mekanisme pasar saja," pungkas Airlangga.
[ald]
BERITA TERKAIT: