Sayap PAN: Biang Kerok Penganiayaan TKI di Malaysia Pemerintah Sendiri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 14 November 2012, 04:16 WIB
rmol news logo Biang kerok sesungguhnya atas maraknya insiden kekerasan, penganiayaan dan bahkan pemerkosaan terhadap tenaga kerja Indonesia di Malaysia adalah pemerintah sendiri. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mesti bertanggung jawab karena memfasilitasi anak-anak bangsa bekerja di Malaysia dengan kemasan menarik berupa pahlawan devisa negara.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Garda Muda Nasional Kuntum Khoiru Basa (Selasa, 13/11).

"Jadi jangan mencari kambing hitam. Tidak akan terjadi pemerkosaan tersebut kalau pemerintah tidak mengirimkan rakyatnya ke negeri orang untuk menjadi kuli-kuli asing. Sesungguhnya orang-orang yang jadi TKI tersebut tak lain adalah para rakyat yang lemah yang diperjualbelikan negara," tegas Kuntum.

Karena itu menurut Kuntum, Pemerintah harus menggenjot pemaksimalan tenaga kerja Indonesia melalui kebijakan-kebijakan yang memberi peluang kepada rakyat bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Dan yang paling penting pemerintah menciptakan lapangan kerja baru.

"Dan bangsa Indonesia juga jangan mau jadi kuli. Harus mengubah pola pikir secara massal. Jangan bermental tempe, seperti kata Bung Karno. Bangkitkan jiwa interpreneur dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri," demikian Kuntum, Ketua Umum underbouw organisasi sayap PAN ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA