KASUS SUAP HAMBALANG

Partai Golkar Semakin Yakin Ada Tarik-menarik di Internal BPK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 25 Oktober 2012, 10:34 WIB
Partai Golkar Semakin Yakin Ada Tarik-menarik di Internal BPK
ruki
rmol news logo Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru akan menyerahkan hasil audit sementara terkait proyek Hambalang pada 31 Oktober pekan depan.

Karena itulah, Panitia Kerja (Panja) Hambalang yang dibentuk Komisi X DPR semakin yakin adanya intervensi terhadap BPK dalam melakukan audit investigasi atas proyek tersebut.

"Kalau melihat perkembangan mundur lagi penyampaian ini, semakin kuat dugaan saya memang ada upaya untuk melokalisasi kasus hambalang ini," jelas anggota Panja Komisi X DPR Zulfadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 25/10).

Apalagi sebelumnya anggota BPK Taufiqurrahman Ruki sudah mengungkapkan, bahwa ada beberapa nama pejabat yang diyakini terkait tapi tidak masuk dalam laporan audit tersebut.

"Ini sesuai dengan pernyataan Ruki, bahwa ada beberapa pihak ada yang tidak masuk dalam laporan BPK. Itu diperkuat dengan adanya pemeriksaan lagi. Artinya selama 9 bulan ini mungkin saja terjadi ada tarik-menarik di BPK. Banyak pihak yang berkepentingan," ujar Zulfadli.

Politikus Golkar ini juga meminta agar BPK melakukan klarifikasi atas pernyataan Ruki tersebut. Kalau memang Ruki dianggap melakukan pelanggaran kode etik, karena mengeluarkan pernyataan yang tidak resmi, hendaknya diberikan sanksi.

Karena pernyataan individu Ruki itu dapat melemahkan kredibilitas BPK. Apalagi Ruki juga menyebut bahwa tidak adanya nama Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng karena adanya intervensi.

Menurut Anda siapa yang mengintervensi?

"Saya tidak bisa menuduh siapa. Bisa saja intervensi dari dalam BPK dan luar BPK," jawabnya.

Soal bagaimana hasil final audit BPK itu, Zulfadli belum bisa memastikan ada perbedaan atau tidak dengan hasil audit yang sudah bocor. Meski anggota BPK sebelumnya bahwa yang beredar itu bukan audit BPK.

"Saya belum bisa memastikan, apakah nanti akan mempengaruhi draf yang ada. Kita lihat saja. Kalau nggak ada perubahan, masih banyak hal-hal yang harus diaudit ulang. Nanti Komisi X bersama BAKN akan mendalami, kenapa ada kejanggalan," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA