Penyelundupan minyak mentah ke luar negeri dari awal sudah diduga merupakan permainan mafia minyak yang ditengarai juga melibatkan oknum di BP Migas, BPH Migas, Kementerian ESDM, Pertamina, perusahaan eksplorasi, eksportir, serta penegak hukum.
Demikian disampaikan Pesiden Lumbung Informasi Rakyat HM. Jusuf Rizal terkait terkuaknya kasus penyelundupan minyak mentah yang ditangkap Bea dan Cukai di Kepulauan Riau senilai Rp210 miliar.
"Ini merupakan kejahatan yang terorganisir dengan baik dan sudah beroperasi sejak lama,†kata Jusuf Rizal di Jakarta, (Rabu, 24/10).
Karena itu, dia meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigasi. BPK harus mengungkap kepada publik siapa pemilik dan penanggung jawab kapal MT Martha Global yang akan menyelundupkan minyak mentah ke malaysia dengan membawa 35 ribu kiloliter pada 19 September lalu.
Terkait hal itu, Direktur Blora Center-tim relawan yang dibentuk untuk mendukung SBY pada Pilpres 2004/2009- menegaskan, Pertamina tidak bisa lepas tangan dengan hanya mengirimkan surat terguran kepada pemilik kapal dan untuk sementara MT Martha Global sudah dimasukkan dalam daftar hitam, karena kapal tersebut merupakan transpoter minyak Pertamina.
"Perlu dilakukan audit investigasi dan diharapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga perlu turun tangan," tegasnya.
Penyelundupan minyak di kepulauan Riau bukan hanya terjadi kali ini. Sudah berulangkali dan mafia minyak itu melibatkan perusahaan serta jaringan kejahatan internasional.
Melihat banyaknya kebocoran dan mafia minyak di Indonesia, Jusuf juga mendesak Presiden SBY membentuk tim khusus memantau produksi minyak dan distribusinya. Alasanya, masalah minyak merupakan kejahatan multinasional dan berdampak langsung pada kegiatan usaha serta hajat hidup masyarakat Indonesia. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: