Wasekjen PKB: Muhaimin Mulai Menjadi Pemersatu di Kalangan Nahdliyin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 20 Oktober 2012, 22:41 WIB
Wasekjen PKB: Muhaimin Mulai Menjadi Pemersatu di Kalangan Nahdliyin
Faisol Riza/ist
rmol news logo Cara berpikir peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby dikritik terkait penyebab merosotnya elektabilitas partai Islam dikritik.

"Dimana-mana yang namanya elektabilitas bukan ditentukan oleh variabel prestasi, kecerdasan berpikir dan nonpragmatik. Tidak ada hubungannya sama sekali. Banyak partai di negara-negara demokratis memenangkan pemilu bukan karena figur yang berprestasi atau cerdas," jelas Wakil Sekjen PKB Faisol Riza malam ini (Sabtu, 20/10).

Tadi siang di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Adjie mengatakan bahwa penyebab melorotnya elektabilitas partai Islam karena sosok Muhaimin Iskandar sebagai Ketum PKB dan Suryadharma Ali sebagai Ketum PPP. Keduanya dinilainya sebagai sosok yang tidak berprestasi, tak memiliki pemikiran yang menonjol, bahkan lebih parah lagi pragmatis atau mengekor pada penguasa.

Faisol juga menilai cara Adjie membandingkan Gus Dur dan Amien Rais dengan tokoh-tokoh seperti Anies Baswedan dan Dien Syamsuddin sungguhlah bodoh. Silakan bertanya kepada siapapun soal perbandingan ini, sehingga bisa mendongkrak partai-partai dengan basis tradisional Islam akan terdongkrak sama dengan masa Gus Dur dan Amien Rais.

Sorotan terhadap prestasi Muhaimin juga ditanggapi oleh Faisol.

"Adjie lupa pada tahun 2009 saat PKB mengalami ujian besar, menghadapi pemilu tanpa Gus Dur dan ancaman penggerogotan dari partai yang basisnya sesama NU, Muhaimin berhasil mempertahankan suara PKB lebih kurang tetap 5 persen. Apalagi sekarang, Muhaimin terus mendorong harmonisasi PKB-NU yang sejak 2004 hubungannya terus tegang. Pelan-pelan Muhaimin sudah bergeser menjadi faktor pemersatu baik di PKB maupun NU. Sayang sekali, dia kurang membuka mata. Ia kurang cerdas berpikir dan gagal menangkap masalah," katanya lagi.

Faisol menambahkan pertarungan politik dalam Pemilu 2014 akan sangat seru karena tidak adanya variabel dominan yang bisa menjadi preferensi utama bagi pemilih, terutama dalam pemilu legislatif. "Disamping tidak ada partai yang dominan, figur juga tidak ada yang cukup mengakar. Apalagi ini seperti peralihan generasi. PKB dan Muhaimin sudah siap dengan segala kemungkinan untuk bertarung secara sehat," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA