Total transaksi senilai Rp3.721.645.950, yang terdiri dari transaksi ritel sebesar Rp178.0435.950 dan prospek order senilai Rp3.543.600.000 itu memang tak mencapai dari target Rp5 triliun.
Demikian disampaikan Deputi IV Menkop UKM Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Neddy Rafinaldy Halim MS saat menutup Pameran Koperasi UKM Makanan, Minuman, dan Kemasan di gedung SME Tower Jl Jend Gatot Subroto Kav 94 �" Pancoran Barat, Jakarta Selatan, Minggu (7/10).
â€Namun prospek bisnisnya, punya nilai lebih dibanding pencapaian target transaksi,†katanya.
Salah satunya adalah, ungkap Neddy, peluang kerjasama pemasaran dari mitra bisnis warga negara Indonesia yang tinggal di Beijing, Cina. Lanjut Neddy, produk makanan dan minuman yang bahan dasarnya tak ada di Negara Tirai Bambu itu, memiliki prosepek pemasaran yang cerah dia sana. Kemenkop akan membantu kerjasama teknis kemitraan tersebut.
â€Rekan kita dari Beijing ini sempat memantau semua peserta, dan dari 157 peserta pameran, dia mengatakan 60 persen produknya berpeluang masuk pasar Beijing. Ya, sekitar 94 jenis produk makanan dan minuman. Kemenkop siap menindaklanjuti peluang kemitraan bisnis ini, termasuk cara pembayarannya,†jelas Neddy.
Tak hanya itu, tambah Neddy, pengusaha packaging asal Manado, bernama Jeffry, juga menghubunginya. Jeffry siap membantu jenis kemasan (packaging) bagi sejumlah peserta pameran sesuai jenis produknya. Serta ada tawaran kerja sama juga dari Negara Jiran Malaysia dalam pengembangan bisnis kuliner egg roll.
Yang menarik, tambah Neddy, program Kemenkop bersinergi dengan Carrefour.
â€Tujuannya, agar Carrefour membuka diri bagi produk UKM untuk menjadi pemasok di seluruh gerai Carrefour di Indonesia. Hasil pengecekan dan seleksi Carrefour di pameran ini, ada 22 produk dari 157 peserta yang akan menjadi pemasok,†jelas mantan Deputi Bidang Pengembangan SDM ini.
Selain keempat peluang bisnis dan kemintraan tersebut, lanjut Neddy, ada 6 peluang usaha lainnya yakni prospek kerjasama binis dengan 13 mitra, tawaaran liputan usaha (Ngulik) dari Trans TV, kerjasama pelatihan Moci Basah/Kering dari Dinas Riau, Sulawesi Tengah, dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tawaran foto produk katalog dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kerjasama franchise, dan tawaran pelotihan pengolahan hasil budi daya ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
â€Jadi, nilai tambah prospek kemitraan ini, saya yakin jauh lebih besar ketimbang target Rp5 miliar. Yang pasti, target 5.000 pengunjung terlampaui yakni mencapai 6.185 orang. Namun di antara produk UKM berpeluang tersebut, saya berharap, jangan tampil dengan brand asing,†imbuh Neddy.
[dzk]
BERITA TERKAIT: