Perhelatan pemilihan Gubernur DKI Jakarta berakhir sudah. Duet penantang Joko Widodo dan Basuki T. Purnama mengalahkan sang incumbent Fauzi Bowo bersama pasangannya Nachrowi Ramli dalam pertandingan dua putaran. Setelah mengalami kekalahan yang cukup pahit, Fauzi Bowo tidak berkecil hati. Ia mengakui kekalahan itu dan segera mengucapkan selamat kepada Jokowi. Kemarin (Jumat, 5/10), Fauzi Bowo mengundang Jokowi ke Balai Kota dan memperkenalkannya dengan pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Hal yang juga menarik, Fauzi Bowo kembali duduk berdampingan dengan Wakil Gubernur Prijanto yang beberapa waktu belakangan ini menjadi salah seorang lawan politiknya. Prijanto sempat melaporkan Fauzi Bowo ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Fauzi Bowo belajar dari kekalahannya dan menutup pertandingan dengan indah. Lebih dari itu, dia juga men-set up satu course baru dalam praktik demokrasi Indonesia Raya," ujar jurnalis senior Muchlis Hasyim yang mengamati pertandingan perebutan kursi DKI-1 ini dari dekat dalam perbincangan Sabtu pagi (6/10).
"Ini adalah ending yang cantik dalam konteks demokrasi," sambungnya.
Muchlis Hasyim yang kerap disapa MHJ ini juga mengatakan, penampilan Fauzi Bowo di Balai Kota kemarin memperlihatkan bahwa anggapan yang berkembang di sementara kalangan selama ini keliru. Fauzi Bowo ternyata bukan figur yang arogan dan mau menang sendiri. Dia juga merakyat dan ramah.
"Ia dengan lapang dada menerima kekalahan. Bagi Fauzi Bowo, jabatan bukan segalanya dan kekalahan juga bukan akhir dari segalanya," masih kata Muchlis.
Pendiri kelompok media Inilah Group ini berharap agar praktik politik yang diperlihatkan Fauzi Bowo dapat dicontoh politisi lain dan menjadi tradisi untuk memperkuat demokrasi Indonesia Raya. [zul
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: