"Ini bisa membuat trauma korban. Korban jangan kita takut-takuti lagi," ujar Wapimred
GlobalTV, Yadi Hendriana dalam diskusi "Pers dan Mitigasi di Tengah Ancaman Pengulangan Bencana" oleh Indonesia Media Watch (IMW) di The Wisdom, Jalan Veteran 1 No. 33, Gambir, Jakpus, Selasa (2/10).
Selain itu, media pun harus menyiarkan data yang akurat. "Pemberitaan pun sumbernya harus jelas dan tidak boleh menyiarkan berita ramalan. Media tidak boleh menakut-nakuti, tapi memberikan semangat pada korban," ungkapnya
Selanjutnya seorang jurnalis tidak boleh memaksakan para korban untuk mendapatkan data berita.
"Jangan jurnalis malah menjadi beban, seperti wartawan tidak tahu medan lapangan," ungkapnya.
Terakhir Yadi menjelaskan, dalam situasi bencana masyarakat itu hanya butuh kehidupan lanjut dengan penghasilan ekonomi dan kenyamanan.
"Maka diharapkan media mampu menenangkan korban, dan mencegah korban," pungkasnya.
[arp]
BERITA TERKAIT: