"Kami akan bekerja sama dengan Gubernur Aceh untuk menekan jumlah koperasi nonaktif yang saat ini mencapai 40 persen di Aceh. Insya Allah dua tahun ke depan jumlahnya hanya tersisa 20 persen," katanya di Aceh Besar, Jumat.
Disebutkannya, dari sekitar 7.000 koperasi yang ada di Aceh 40 persen di antaranya nonaktif dan diharapkan akan kembali bangkit untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada di setiap kabupaten/kota dua tahun mendatang.
Menurut dia, untuk membangkitkan kembali koperasi yang kini tidak menjalankan usahanya, Menkop dan UMK bersama Pemerintah Aceh akan memberikan pembinaan dan pendampingan terhadap lembaga tersebut.
"Artinya, untuk tahap pertama kami akan mendorong seluruh koperasi tersebut untuk bangkit dengan memasarkan berbagai hasil produk UKM yang ada disetiap kawasan di Aceh," katanya.
Menkop optimistis kehadiran koperasi di tengah-tengah masyarakat juga akan menjadi salah satu pengerak pertumbuhan ekonomi masyarakat di masa mendatang.
Sementara itu Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta koperasi yang ada di provinsi ujung paling barat itu mampu menampung dan memasarkan berabgai produk unggulan yang ada di provinsi setempat.
"Saya berharap koperasi di Aceh mampu mempromosikan dan menjual berbagai hasil produksi UKM yang ada di 23 kabupaten/kota di Aceh," demikian Zaini. [ant/dzk]
BERITA TERKAIT: