Silih bergantinya persoalan tanpa mendapat respon serius dan Demikian disampaikan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan Jumat, (27/9).
"Kenyataan ini harus kita terima dengan pahit. Karena itu, agar eskalasi permasalahannya tidak terus melebar, diperlukan kecekatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono guna mengatasi kemelut masalah dalam aspek-aspek yang terus mengiris hati anak bangsa dewasa ini, ungkapnya.
Ia mengatakan, daya tahan moralitas bangsa akan mengalami pelemahan hingga tidak mustahil memunculkan rasa frustrasi jika persoalan yang melilitnya dibiarkan mengental. Di samping itu, krisis ketidakpercayaan rakyat terhadap elit pemimpin ataupun tokoh-tokoh masyarakat juga dapat berpotensi sebagai ledakan sosial di mana-mana, yang pada akhirnya berisiko lebih buruk dalam menganggu tatanan bermasyarakat atau bernegara.
"Kemarahan serta kekecewaan rakyat harus segera dipulihkan melalui peran SBY secara langsung, dengan tidak bermaksud mengurangi fungsi elemen pemerintah lain untuk memperkuat langkah presiden," ujarnya.
Menurut Syahganda, Presiden SBY memiliki kewenangan paling kuat untuk mulai menuntaskan beragam situasi pelik yang mendera kehidupan bangsa. Presiden SBY bahkan merupakan satu-satunya sosok yang berkewajiban mengembalikan harapan masyarakat, sehingga upaya mewujudkan harmoni sosial, penegakan hukum, tingkat kepercayaan, sekaligus wajah Indonesia yang bermartabat dapat secepatnya dirasakan.
"Presiden jelas tidak boleh mengabaikan adanya persoalan yang kini sangat merisaukan masyarakat dan bangsa. Dengan demikian maka presiden pun jangan lagi menunda-nunda, sebab kekisruhannya akan menjadi noda juga buat kepemimpinan SBY jika sikap tanggapnya tidak dikedepankan," katanya.
Presiden, tambahnya, dimungkinkan pula melibatkan komponen tokoh nasional termasuk pihak tertentu yang dipandang pantas mengakhiri beragam kemelut bangsa.
"Pelibatan itu sebenarnya menjadi keharusan, mengingat kadar persoalan yang ada cenderung berat dan pada sebagian kasus bersifat darurat, selain beririsan dengan agenda menumbuhkan keteladanan di kalangan pemimpin," terangnya.
Syahganda meyakini, penciptaan prakarsa oleh Presiden SBY itu dipastikan mendorong dukungan luas seluruh rakyat yang saat ini berada dalam ketidakberdayaan menghadapi berbagai masalah, selain momentum atas prakarsa itu telah ada di hadapan SBY.
"Rakyat itu kehidupannya secara umum masih sulit. Jadi, tentu hanya menunggu kapan persoalan yang menghujaninya bisa diredakan, dan pada sisi lainnya juga disejahterakan," demikian Syahganda. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: